top of page
Search

Tips untuk Tidak Menjadi People Pleaser


"Ketahuan banget kalau dia nggak mau pergi!"

Jangan mau jadi people pleaser! Halo, sahabat Obrolin Aja. Pastinya kita selalu berusaha jadi orang baik, membantu keluarga dan teman yang kesulitan. Tapi awas, jangan jadi people pleaser!


People pleaser adalah orang yang selalu mau membantu dan menyenangkan orang lain, bahkan bila itu merugikan dirinya sendiri. Lebih parah, alasannya karena takut menolak!


Gawat ya, friends? Editor Obrolin Aja punya tips & trik untuk mencegah kamu jadi people pleaser di bawah ini. Dibaca ya~

 

Tips untuk Tidak Menjadi People Pleaser


1. Menolak Bukan Berarti Jahat

Kebanyakan orang yang jadi people pleaser punya satu alasan sama:


“Aku kan orang baik, aku nggak mau dianggap jahat karena menolak.”


HELLOOOOW!? Menolak itu bukan berarti jahat, guys! Dan baik itu bukan berarti selalu setuju! Yang bilang begitu lebih baik ditenggelamkan aja! …Ehem.


Bayangkan seorang ibu melarang anaknya masak. Apa ibu itu jahat? Tidak, karena anaknya masih kecil, belum bisa memegang pisau tanpa resiko terluka. Menolak demi kebaikan!


Intinya, supaya tidak jadi people pleaser, tolaklah hal yang tidak baik, berbahaya, atau tidak kamu sukai. Tidak ada yang jahat dari menolak, jadi lakukanlah!


2. Baik Bukan Berarti Dimanfaatkan

Orang baik bukan berarti harus selalu membantu atau setuju dengan semua hal. Orang baik kan manusia juga, bukan Superman, jadi pasti punya kelemahan dan perlu istirahat.


Sekalipun kamu hobi menolong orang, tetap harus dibatasi. Bukan karena kurang baik, tapi karena kamu juga perlu mengurus dirimu sendiri.


Kamu perlu makan, minum, tidur, istirahat, dsb seperti orang lain. Tidak ada yang berhak mencegah kamu mendapat semua itu!


Kalau ada yang bilang kamu “jahat” karena tidak mau membantu, padahal kamu sibuk, sudah jelas dia hanya memanfaatkan kamu dan lebih baik tidak usah ditemui lagi.


3. Hubungan Harus Timbal Balik

Hubungan manusia itu harus timbal balik, memberi dan diberi, seperti transaksi bisnis. Walau tentu bukan hanya soal uang atau materi.


People pleaser itu berat sebelah: selalu memberi dan tidak pernah menerima. Padahal wajar menerima imbalan setelah berbuat baik, meski hanya ucapan terima kasih.


Berbuat baik tanpa mengharap imbalan tentu mulia, tapi tidak boleh berlebihan. Lakukan kalau kamu bisa dan ada waktu luang, tanpa memaksakan diri.


Tanpa imbalan pun, minimal orang yang dibantu berterima kasih atau tidak kasar padamu. Kalau ternyata mereka malah seenaknya, tidak perlu dibantu lagi.


4. Kamu Hidup Bukan Untuk Orang Lain

People pleaser sering lupa: hidup itu untuk diri sendiri, bukan orang lain!


Membantu orang boleh, tapi tidak lantas menyiksa diri sendiri. Tidak ada salahnya berhenti saat lelah atau sakit, tidak boleh ada yang melarangmu.


Kebanyakan orang people pleaser membenarkan hal ini karena tidak punya rasa percaya diri; menganggap keberadaan mereka hanya untuk orang lain.


No! Kamu berhak mendapat kebahagiaan sendiri, tanpa terkait orang lain. Mereka yang menganggapmu egois saat berkata demikian, justru adalah orang egois yang sebenarnya.


5. Orang Lain Harus Mandiri

People pleaser itu menghindari konflik, dan menganggap selama dia menurut, semua akan baik-baik saja. Padahal tidak demikian.


Kalau kamu terus membantu orang lain untuk segala hal, mereka akan manja. Akibatnya, jadi malas dan tidak punya keahlian apa-apa.


Tindakanmu sebagai people pleaser akan merusak mereka menjadi orang malas dan tak berguna. Padahal mereka harus mandiri dan menyumbang ke masyarakat, bukan jadi parasit!


Masih percaya kalau jadi people pleaser itu adalah perbuatan baik?

 

Demikian tips & trik untuk tidak jadi people pleaser! Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak orang senasib!


Tapi, jangan takut menolak. Kamu hidup bukan untuk dimanfaatkan, jadi tidak perlu merasa bersalah. Biarkan orang lain sibuk sendiri; bantu saat kamu mau dan bisa saja, oke?


Ingin curhat? Ayo ngobrol bareng psikolog Obrolin Aja~


Sumber: idntimes.com

228 views0 comments

Recent Posts

See All

Comentários


bottom of page